Rabu, 19 Desember 2012

Tugas RSBI


Task of Islamic Education
12nd Grade

Read the material below and do the task!
PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA
A.    Masuknya Islam di Indonesia
Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 atau ke-8 M yang bertepatan dengan abad ke-1 atau ke-2 H. Rute atau jalur yang dilewati adalah jalur utara dan selatan.
1.      Jalur utara: Arab-Damaskus-Bagdad-Gujarat-Sri Lanka-Indonesia
2.      Jalur selatan: Arab-Yaman-Gujarat-Sri Lanka-Indonesia
Secara garis besar penyebaran Islam di Indonesia berlangsung melalui dua cara, yaitu perdagangan dan pernikahan.
1.      Perdagangan
Pada awalny, saudagar Arab yang beragama Islam datang ke Indonesia untuk berdagang. Mereka berinteraksi dengan masyarakat Indonesia. Lambat laun masyarakat Indonesia mengerti, memahami, dan akhirnya banyak yang memeluk Islam.
2.      Pernikahan
Dalam perkembangan selanjutnya, para saudagar Arab banyak yang bermukim di Indonesia. Dari interaksi tersebut, banyak saudagar Arab yang menkah dengan penduduk Indonesia. Pernikahan itu membentuk keluarga-keluarga baru yang beragama Islam.
B.     Perkembangan Islam di Berbagai Wilayah di Indonesia
1.      Islam di Sumatra
Pada pertengahan abad ke-13, di Sumatra telah berdiri kerajaan Islam Samudra Pasai yang merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan ini terletak di pesisir timur laut Aceh yang sekarang merupakan wilayah Kabupaten Lhokseumawe.
Pada tahun 1514, di jung utara pulau Sumatra berdiri Kesultanan Islam Aceh.  Pendirinya adalah Sultan Ali Mugayat Syah. Kesultanan Aceh ini juga dikenal dengan nama Aceh Darussalam. Kesultanan Aceh mengalami kemakmuran dan kejayaan pada masa Sultan Iskandar Muda. Pada tahun 1874, Belanda menyatakan Aceh sebagai daerah taklukannya.
2.      Islam di Jawa
Perkembangan Islam di Jawa tidak bisa dipisahkan dari peranan para wali. Jumlah wali yang terkenal sampai sekarang adalah Sembilan, yang dlam bahasa Jawa dikenal dengan sebutan Wali Songo.
Di samping Wali Songo, penyebaran Islam di Jawa tidak terlepas dari peranan kerajaan-kerajaan Islam. Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa sudah ada sejak abad ke-16. Beberapa kerajaan itu adalah Kerajaan Demak, Kesultanan Pajang, Kerajaan Mataram, Kerajaan Cirebon, dan Kerajaan Banten.
3.      Islam di Sulawesi
Masuknya Islam di Sulawesi tidak terlepas dari peranan Sunan Giri di Gresik. Hal itu karena Sunan Giri menyelenggarakan pesantren yang banyak didatangi dari luar Jawa.
Masuknya Islam ke Sulawesi melalui dua cara berikut ini:
a.       Cara tidak resmi
Cara tidka resmi ini terjadi pada saat penduduk setempat berdagnag keluar dan berhubungan dengan pedagang-pedagang muslim di luar Sulawesi. Mereka mengenal dan memeluk Islam karena adanya interaksi tersebut.
b.      Cara resmi
Penerimaan Islam secara resmi dilakukan oleh Raja Gowa dan Tallo yang pertama, yaitu Sultan Alaudin yang telah masuk Islam. Penerimaan itu terjadi pada tahun 1605. Hal itu ditandai dengan kedatangan tiga orang datuk yang berasal dari Kota Tengah Minangkabau.
4.      Islam di Kalimantan
Pada abad ke-16, Islam mulai memasuki kerajaan Sukadana. Pada tahun 1590, Kerajaan Sukadana resmi menjadi kerajaan Islam. Sultan pertamanya adalah Sultan Giri Kusuma. Ia digantikan oleh putranya Sultan Syaifudin. Beliau banyak berjasa dalam pengembangan Islam di Kalimatan.
Di bagian selatan Pulau Kalimantan, berdiri Kerajaan Islam Banjar pada sekitar tahun 1526. Kerajaan Islam Banjar merupakan kelanjutan dari Kerajaan Daha yang beragama Hindu. Raja pertamanyaadalah Raden Samudra yang memeluk Islam karena hubungannya dengan Sultan Trenggono di Demak. Sejak masuk Islam, ia mengganti namanya menjadi Pangeran Suryanullah atau Pangeran Suriansyah.
5.      Islam di Maluku dan Irian Jaya
Penyebaran Islam di Maluku tidak lepas dari jasa para santri Sunan Drajat yang bersal dari Ternate dan Hitu. Islam sudah dikenal di Ternate sejak abad ke-15. Pada saat itu, hubungan dagang dengan Indonesia Barat, khususnya dengan Jawa berjalan lancer. Selain berdagang, para pedagang juga melakukan dakwah.
Di Maluku ada empat kerajaan bersaudara dari hasil keturunan yang sam, yaitu Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailobo yang raja-rajanya telah memeluk Islam.
6.      Islam di Nusa Tenggara dan sekitarnya
Di Nusa Tenggara, Islam pertama kali diterima oleh suku Sasak antara tahun 1840-1850. Penyiaran Islam di daerah ini dilakukan oleh para mubalig dari Makassar. Di Pulau Bali, komunitas muslim terdapat di Singaraja, Buleleng dan Siririt.
C.     Peranan Umat Islam di Indonesia
1.      Masa Penjajahan
Umat Islam menghadapi berbagai corak tantangan kekuatan Barat dengan beberapa fase, yaitu fase persaingan dagang, fase penetrasi dan agresi, fase perluasan jajahan, dan fase penindasan.
2.      Masa Perang Kemerdekaan
Dilandasi dengan semangat tauhid dan keyakinan terhadap ajaran agama, umat Islam bangkit secara krlompok atau pribadi menentang penjajah.mereka dipimpin oleh para ulama dan pahlwan Islam. Di antaranya adalah K.H.Ahmad Dahlan dan K.H.Hasyim Asy’ari.
3.      Masa Pembangunan
Peran umat Islam pada masa masa pembangunan sangatlah besar, baik secara individu maupun secara organisasi. Hal ini ditunjukkan dengan peran organisasi Islam dalam menyelenggarakan lembaga-lembaga pendidikan formal maupun nonformal.


QUESTION!
INSTRUCTION:        1. Write your name, student number and class
                                    2. Do No. 1, 2, and 4 in the comment box
3. Do No 3 in the piece of paper and submitted to your leader
4. NO PLAGIARISM
Answer the questions below according to your opinion!
1.      Berkaitan dengan materi sebelumnya, sebutkan minimal 5 perbedaan perkembangan Islam di Eropa dengan perkembangan Islam di Indonesia!
2.      Jelaskan minimal 3 manfaat yang dapat diambil dari sejarah perkembangan Islam di Indonesia!
3.      Buatlah sketsa/gambar/karikatur/kartun yang dapat mencerminkan manfaat dari sejarah perkembangan Islam di Indonesia!
4.      Buatlah satu pertanyaan mengenai materi di atas yang belum anda pahami!

Kamis, 06 Desember 2012

MEDIA PEMBELAJARAN PAI

Pengembangan Media Poster dan Kartun
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Poster
Terdapat beberapa pengertian mengenai poster yang didefinisikan oleh para ahli. Dalam KBBI poster atau plakat secara bahasa diartikan sebagai gambar ataupun tulisan yang ditempelkan di dinding, tembok, dan tempat-tempat umum untuk menyampaikan pengumuman atau iklan kepada kalayak luas.
Dalam wikipedia poster diartikan sebagai karya seni atau desain grafis yang mamuat komposisi dan huruf diatas kertas berukuran besar. Karya seni dua dimensi yang berfungsi untuk menyampaikan informasi atau pesan pada khayalak.
Poster mampu menanamkan cukup lama dalam ingatan tentang gagasan yang terkandung dalam poster, walau hanya dengan menarik perhatian sesaat orang yang lewat. Poster mampu untuk mempengaruhi perilaku, sikap dan tata nilai masyarakat untuk berubah atau melakukan sesuatu.
Menurut Nana Sudjana, definisi poster adalah kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan  pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya.
Sedangkan Milly R. Sonnemen menyebutkan, bahwa poster adalah menyusun informasi mengenai gagasan pokok dengan menggunakan elemen warna, ukuran, garis, bentuk, bingkai, bentuk huruf, dan perspektif, untuk menangkap perhatian.Tujuannya adalah mengarahkan pemirsnya untuk menerima pesan yang kuat, menohok dan berkesan.
Dari beberapa pengertian di atas poster merupakan suatu gambar yang mengkombinasikan unsur-unsur visual seperti garis, gambar, dan kata-kata, yang beramksud menarik perhatian serta mengkomunikasikan pesan secara singkat. Agar lebih efektif, poster seharusnya berwarna dan menimbulkan daya tarik dengan maksud menjangkau perhatian dan menghubungkan pesan-pesannya dengan cepat.
Dalam proses pembelajaran, poster dapat menimbulkan perhatian pembelajar untuk berbagai situasi belajar. Misalnya, untuk mengenakan suatu topik atau materi baru, sebagai peringatan untuk hal-hal yang berbahaya seperti praktikum dengan bahan-bahan kimia, listrik tegangan tinggi, dapat diberrikan suatu poster.

B.    Karakteristik Poster
Menurut Arief S. Sadiman poster sebagai media visual akan dapat berfungsi secara optimal dalam menyampaikan pesan dan diingat oleh para pemirsanya bila memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.    Sederhana
2.    Menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok
3.    Berwarna
4.    Slogannya ringkas dan jitu
5.    Tulisannya jelas
6.    Motif dan desain bervariasi
Penjelasan mengenai karakteristik poster yang dapat berfungsi secara optimal sebagai berikut: 
1.    Poster harus dinamis dan menonjolkan kualitas. Poster itu harus sederhana tidak memerlukan pemikiran bagi pengamat secara terperinci, harus cukup kuat untuk menarik perhatian, bila tidak akan hilang kegunaannya .
2.    Desain yang digunakan hendaknya sederhana. Disain sebuah poster hendaknya merupakan perpaduan antara kesederhanaan dan dinamika serta menggunakan warna yang mencolok dan kontras.
3.    Pesan yang akan disampaikan harus jelas apabila hanya diliat dalam sekedipan mata, jadi poster sebaiknya menggunakan sedikit kata-kata dan kata-kata kunci ditonjolkan dengan menempatkan ukuran huruf yang besar.
4.    Adanya keserasian antara gambar dan objek.
5.    Ukuran poster harus dapat dilihat dengan jelas dari setiap sudut seisi ruang, jadi poster harus ditempatkan ditempat yang setrategis dan ukuran yang sesuai sehingga semua orang dapat melihatnya dengan leluasa.
6.    Poster hendaknya dibuat secara imajinatif dan kreatif serta ditambah dengan pemusatan perhatian yang bagus.

C.    Kegunaan Media Poster
Sri Anitah memberikan pendapat mengenai kegunaan poster secara umum, yaitu:
1.    Sebagai penggerak perhatian, misalnya di bawah gambar tong sampah ditulis “jgalah kebersihan”.
2.    Sebagai petunjuk, misalnya poster pariwsata dengan gambar candi borobudur disertai tulisan “Candi Borobudur 10 km”, maksudnya letak candi tersebut 10 km dari tempat poster dipasang.
3.    Sebagai peringatan, misalnya “Awas meledak”.
4.    Pengalaman kreatif, misalnya poster untuk pameran atau suatu pertunjukkan/pembelajaran seni.
5.    Untuk kampanye.
Poster memiliki kekuatan dramatik yang begitu tinggi yang dapat memukau pengamatnya. Poster dapat menarik perhatian karena uraian yang memadai secara kejiwaan dan merangsang untuk dihayati. Dari apa yang diutarakan tentang poster, hendaknya guru menggunakan poster didalam kelas atas dasar beberapa pertimbangan sebagai berikut:
1.    Untuk memotivasi
Penggunaan poster dalam pengajaran sebagai pendorong atau motivasi kegiatan siswa. Diskusi dapat dilakukan setelah diperlihatkan sebuah poster berkenaan dengan bahan pengajaran. Dipihak lain poster dapat merangsang anak untuk mempelajari lebih jauh dan ingin lebih tahu hakikat dari pesan yang disampaikan melalui poster tersebut.
2.    Sebagai peringatan
Poster dapat menyadarkan siswa dalam hal hidup yang sehat, seperti: menggosok gigi itu penting, merokok dapat merusak paru-paru, memelihara lingkungan untuk menciptakan hidup sehat (3 M). dll. Pesan melalui poster yang tepat, akan membantu menyadarkan siswa, sehingga diharapkan akan dapat berubah perilakunya dalam praktek sehari-hari sehingga menjadi kebiasaan.
3.    Pengalaman yang kreatif
Poster memberikan pengalaman baru sehingga menumbuhkan kreatifitas siswa dalam cara belajarnya. Dengan adanya poster siswa dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, karena siswa diberikan kesempatan untuk melukis tentang apa yang telah mereka pelajari.

D.    Kelebihan dan Kelemahan Media Poster
Sebagai salah satu media pembelajaran, poster memilki kelebihan, di antaranya adalah
1.    Dapat membantu guru dalam menyampaikan pelajaran dan membantu peserta didik belajar.
2.    Menarik perhatian, dengan demikian mendorong peserta didik untuk lebih giat belajar.
3.    Dapat dipasang atau ditempelkan di mana-mana, sehingga memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari dan mengingat kemabli apa yang telah dipelajari.
4.    Dapat menyarankan perubahan tingkah laku kepada peserta didik yang melihatnya.
Adapun beberapa kelemahan poster adalah
1.    Sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan orang yang melihatnya.
2.    Karena tidak adanya penjelasan yang terinci, maka dapat menimbulkan interpretasi yang bermacam-macam dan mungkin merugikan.
3.    Suatu poster akan banyak mengandung arti atau makna bagi kalangan tertentu, tetapi dapat juga tidak menarik bagi kalangan yang lainnya.
4.    Bial poster terpasang lama di suatu tempat, maka akan berkurang nilainya, bahkan akan membosankan orang yang melihatnya.

E.    Pembuatan Media Poster
Sementara itu, menurut Hujair AH. Sanaky proses pembuatan poster harus memperhatikan prinsip-prinsip tertentu agar dihasilkan poster yang  baik, di antaranya adalah
1.    Direkayasa sedemikian rupa sehingga poster tersebut seakan-akan bersuara “lihatlah aku”.
2.    Gambar yang disajiakn harus memperlihatkan sego-segi artistic, sederhana dan memperhatikan komposisi warna yang pas.
3.    Kalimat-kalimat yang digunakan harus diutarakan dalam bahasa yang sederhana, popular, familiar, dan akrab. Bentuk hurufnya pun harus sederhana dan tidak aneh-aneh.
4.    Ukurannya disesuaikan dengan kondisi tempat dan isi pesan.
5.    Poster juga harus mampumempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya.
6.    Poster bisa dibuat di ats kertas, triplek, kain, batang kayu, seng dan bahan-bahan lain semacam itu.
7.    Pemasangan dapat di kelas, di luar kelas, dan juga di majalah atau Koran.
8.    Bentuknya harus sederhana dan tulisannya harus jelas.
Sebelum merencanakan poster, hal yang perlu dipikirkan adalah untuk siapa poster itu dibuat, dan dengan tujuan apa poster itu akan ditunjukkan kepada pembelajar. Sasaran ini harus jelas, untuk anak-anak, remaja, orang dewasa atau kelompok tertentu. Kesalahan sasaran akan menjadikan poster sia-sia karena tak akan ada komunikasi. Poster yang digunakan dalam ruangan atau kelas, lebih kecil bentuknya daripada poster yang akan digunakan di luar ruangan. Untuk digunakan di dalam kelas, kadang-kadang disertai keterangan lengkap.

F.    Pengertian Kartun
Dalam kamus KBBI kartun secara bahasa diartikan gambar dengan penampilan yang lucu berkaitan dengan keadaan yang sedang berlaku (terutama mengenai politik). 
Wikipedia mengartikan kartun sebagai garis yang dicoret secara sepontan yang menekankan pada hal-hal yang dianggap penting. Kartun adalah penggambaran dalam bentuk lukisan dan karikatur tentang orang, gagasan atau situasi yang didesain untuk mempengaruhi opini masyarakat. Kartun memeiliki peran sebagai alat bantu yang mempunyai manfaat penting dalam pengajaran, terutana dalam menjelaskan rangkaian isi bahan dalam suatu urutan logis atau mengandung makna.
Menurut Arif S. Sadiman kartun sebagai salah satu bentuk komunikasi grafis, adalah suatu gambar interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan sesuatu pesan secara cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang , situasi, atau kejadian-kejadian tertentu. Kemampuannya besar sekai untuk menarik perhatian, mempengaruhi sikap maupun tingkah laku. Kartun biasanya hanya menangkap esensi pesan yang harus disampaikan dan menuangkannya dalam gambar sederhana, tanpa detail dengan menggunakan simbol-simbol serta karakter yang mudah dikenal dan dimengerti dengan cepat. Kalau kartun mengena, pesan yang besar bisa disajikan secara ringkas dan kesannya akan tahan lama di ingatan.
Menurut Nana Sudjana kartun adalah penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan atau situasi yang didesain untuk mempengaruhi oini masyarakat. Tetapi terdapat sejumlah kartun yang berfungsi untuk membuat orang tersenyum seperti halnya kartun-kartun yang dimuat dalam surat kabar. Kartun sebagai alat bantu mempunyai fungsi dan manfaat penting dalam pengajaran, terutama dalam menjelaskan rangkaian isi bahan dalam suatu urutan logis atau mengandung makna.

G.    Karakteristik Kartun
Kartun yang baik hanya mengandung satu gagasan saja. Ciri khas kartun yaitu memakai karikatur, sindiran yang dilebih-lebihkan, perlambang dan humor pilihan. Kekuatan kartun untuk mempengaruhi pendapat umum. Lebih jelasnya terdapat 5 karakteristik kartun yaitu :
1.    Lebih kritis
2.    Memiliki potensi menyimpan berjuta kata
3.    Sangat mampu untuk mengungkap permasalahan kehidupan luas dan beraneka ragam
4.    Kristalisasi dari berbagai hal yang sulit untuk di ungkap dalam bentuk lain
5.    Visualisasi pesan yang tak terbaca, namun bisa mengurai cerita, berupa gambar dan tulisan, yaitu bentuk grafis informasi yang memikat

H.    Kegunaan Media Kartun
Menurut Nana Sudjana dalam kegiatan pembelajaran kartun dapat digunakan sebagai berikut:
1.    Untuk motivasi
Sesuai dengan wataknya kartun yang efektif akan menarik perhatian serta menumbuhkan minat belajar siswa. Ini menunjukkan bahan kartun bisa menjadi alat motivasi yang bergua di kelas. Beberapa kartun dengan topik yang sedang hangat, bilamana cocok dengan tujuan- tujuan pengajaran, merupakan pembuka diskusi yang efektif.
2.    Sebagai ilustrasi
Kartun dapat digunakan sebagai ilustrasi dalam kegiatan pengajaran. Namun guru perlu selektif dalam memilih kartun untuk menjaga reaksi lelucon yang murni diantara siswa dan tidak kehilangan perhatian kepada bagian- bagian yang terinci yang tidak ada hubungannya dengan maksud pembuat kartun.
3.    Untuk kegiatan siswa
Jenis lain dari kartun yag dipergunakan adalah kreasi  kartun kartun yang dibuat siswa sendiri. Para siswa membuat kartun untuk menumbuhkan minat, misaldalam kampanye kebersihan, keselamatan mengemudi dan lain- lain. Dijumpai pula beberaaapa kartun yang bertemakan kampanye- kampanye tentang mengingtkan rasa kesedihan, ketangkasan olah raga, dan kampanye tentang kebiasaan makan diruangan. Maksud dari hasil karya siswa itu yang berisi jenis lelucon yang sesuai dengan tingkat kematangannya adalah menyuarakan perasaan para siwa. Kartun- kartun yang dibuat para siswa dapat dimanfaatkanjuga untuk keperluan pengajaran.

I.    Kelebihan dan Kekurangan Media Kartun
Sebagaimana media poster, kartun sebagai slah satu media pembelajaran juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. Beberapa kelebihannya adalah
1.    Penggunaan simbolisme yang singkat dan langsung mengena pada sasaran.
2.    Mengemukakan suatu idea tau pesan, peristiwa secara estetis, menggembirakan, lucu, menyindir dan mengejek.
3.    Mengemukakan idea tau pesan, peristiwa secara stereotype mudah dikenal umum.
4.    Tidak memerlukan banyak penejlasan atau kata-kata.
Adapun kekurangan-kekurangan atau kelemahannya di antaranya adalah
1.    Adanya stereotype ini justru dapat menyebabkan terjadinya salah mewakili dan salah pengertian.
2.    Sering menyederhanakan idea tau peristiwa, sehingga dapat salah mewakili sesuatu
3.    Apabila guru salah memanfaatkannya dan salah memberikan penjelasan, maka akan membingungkan peserta didik saja.

J.    Memilih dan Menilai Media Kartun
Untuk tujuan pembelajaran seorang guru hendaknya mampu menilai dan memilih kartun yang baik dan berkualitas sehingga akan membantu terlaksananya proses belajar mengajar yang efektif dan efesien. Untuk tujuan ini, maka seorang guru dalam memilih dan menilai kartun yang akan digunakan untuk media pembelajaran hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1.    Pemakaian sesuai dengan tingkat pengalaman
Pertimbangan pertama adalah arti kartun hendaklah dimengerti oleh para siswa pada saat kartun tersebut digunakan. Misalnya kartun mengenai bantuan luar negeri atau perang dingin, akan kecil artinya bagi murid kelas enam yang belum mempelajari judul- judul tersebut. Akan tetapi judul ini mungkin akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap siswa SMA.
2.    Kesederhanaan
Memperkirakan arti kartun dapat dimengerti, berarti ada beberapa perwatakan fisik yang diinginkan dari kartun- kartun yang baik. Satu diantaranya adalahkesederhanaan. Secara umum dapat dikatakan bahwa kartun- kartun yang baik hanya berisi hal yang penting- penting saja. Kemampuan imajinasi dan daya cipta artistik pencipta kartun tampak dari keseluruhan pengaruh yang dapat dicapai melalui unsur- unsur fisik dan gagasanya. Perwatakan fisik lainnya adalah singkatnya keterangan.
Beberapa kartun bahkan tidak memerlukan keterangan sama sekali, karena lukisan itu sendiri telah menyampaikan gagasan tanpa bantuan kata- kata. Walaupun kartun sosial politik biasanya memerlukan keterangan namun harus jelas singkat langsung. Penjelasan yang panjang lebar tidak perlu jika kartun dibentuk serta dibuat dengan baik.
3.    Lambangnya yang jelas
Ciri ketiga dari kartun yang efektif adalah kejelasan dari pengertian- pengertian simbolis. Lambang –lambang yang menggambarkan konsep- konsep yan lebih abstrak seperti hak- hak negara, kemanusiaan, dan kemerdekaan sulit disampaikan. Dalam al ini maka kemampuan si pencipta kartun diharapkan kepada tantangan yang berat. Sehubungan dengan itu para guru haruslah berhati- hati dalam memilih kartun- kartun dengan lambang- lambangnya dan tidak terlalu sukar dipahami oleh siswa.

K.    Contoh Aplikasi Poster dan Kartun dalam Pembelajaran PAI
1.    Poster
Untuk Aplikasi poster dalam pembelajaran, kita bisa contohkan pada kegiatan penutup siswa SMP kelas VIII dengan materi berbakti pada orang tua, adapun kegiatan pembelajarannya adalah sebagai berikut:
a.    Seperti halnya yang tercantum pada RPP, guru mendahului dengan pembuatan  standar kompetensi: siswa mampu memahami menghormati kedua orang tua.
b.    Kompetensi dasar: siswa mampu mengetahui sikap-sikap hormat pada orang tua.
c.    Indikator:
•    Siswa mampu menghafal makna dari menghormati orang tua.
•    Siswa mampu menyebutkan sikap-sikap hormat pada orangtua.
•    Siswa mampu menyimpulkan makna berbakti kepada orang tua dan bisa di aplikasikan pada kehidupan nyata.

d.    Seperti biasa guru melakukan kegiatan awal seperti salam, doa, melakukan appersepsi dan pretest
e.    Kemudian kegiatan inti, guru menjelaskan materi inti tentang berbakti kepada orang tua, dan melakukan kegiatan inti yang lain.
f.    Kegiatan penutup, guru melakukan post test, guru dan siswa menyimpulkan materi, selanjutnya sebelum menutup pelajaran guru menunjukkan poster sebagai berikut:


2.    Kartun
Untuk Aplikasi kartun dalam pembelajaran, bisa di tempatkan pada bagian inti. Kita bisa contohkan aplikasi kartun pada kegiatan inti siswa SMP kelas VII dengan materi makanan haram , adapun kegiatan pembelajarannya adalah sebagai berikut:
a.    Seperti halnya yang tercantum pada RPP, guru mendahului dengan pembuatan standar kompetensi tentang makanan haram: siswa mampu memahami contoh-contoh  makanan haram.
b.    Kompetensi dasar: siswa mampu mengetahui contoh-contoh makanan haram.
c.    Indikator:
•    Siswa mampu menyebutkan contoh-contoh makanan haram
•    Siswa mampu menyebutkan alasan hewan yang di haramkan.
d.    Setelah itu seperti biasa guru melakukan kegiatan awal seperti salam, doa, melakukan appersepsi dan pretest
e.    Kemudian guru menjelaskan materi inti tentang makanan haram, dengan bantuan media kartun seperti di bawah ini:
  

f.    Kemudian guru meminta siswa untuk meringkas dan mendengarkan penjelasan dari guru.
g.    Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi dan seterusnya sampai kegiatan penutup.