Pengembangan Media Poster dan Kartun
BAB IIPEMBAHASAN
A. Pengertian Poster
Terdapat beberapa pengertian mengenai poster yang didefinisikan oleh para ahli. Dalam KBBI poster atau plakat secara bahasa diartikan sebagai gambar ataupun tulisan yang ditempelkan di dinding, tembok, dan tempat-tempat umum untuk menyampaikan pengumuman atau iklan kepada kalayak luas.
Dalam wikipedia poster diartikan sebagai karya seni atau desain grafis yang mamuat komposisi dan huruf diatas kertas berukuran besar. Karya seni dua dimensi yang berfungsi untuk menyampaikan informasi atau pesan pada khayalak.
Poster mampu menanamkan cukup lama dalam ingatan tentang gagasan yang terkandung dalam poster, walau hanya dengan menarik perhatian sesaat orang yang lewat. Poster mampu untuk mempengaruhi perilaku, sikap dan tata nilai masyarakat untuk berubah atau melakukan sesuatu.
Menurut Nana Sudjana, definisi poster adalah kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya.
Sedangkan Milly R. Sonnemen menyebutkan, bahwa poster adalah menyusun informasi mengenai gagasan pokok dengan menggunakan elemen warna, ukuran, garis, bentuk, bingkai, bentuk huruf, dan perspektif, untuk menangkap perhatian.Tujuannya adalah mengarahkan pemirsnya untuk menerima pesan yang kuat, menohok dan berkesan.
Dari beberapa pengertian di atas poster merupakan suatu gambar yang mengkombinasikan unsur-unsur visual seperti garis, gambar, dan kata-kata, yang beramksud menarik perhatian serta mengkomunikasikan pesan secara singkat. Agar lebih efektif, poster seharusnya berwarna dan menimbulkan daya tarik dengan maksud menjangkau perhatian dan menghubungkan pesan-pesannya dengan cepat.
Dalam proses pembelajaran, poster dapat menimbulkan perhatian pembelajar untuk berbagai situasi belajar. Misalnya, untuk mengenakan suatu topik atau materi baru, sebagai peringatan untuk hal-hal yang berbahaya seperti praktikum dengan bahan-bahan kimia, listrik tegangan tinggi, dapat diberrikan suatu poster.
B. Karakteristik Poster
Menurut Arief S. Sadiman poster sebagai media visual akan dapat berfungsi secara optimal dalam menyampaikan pesan dan diingat oleh para pemirsanya bila memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Sederhana
2. Menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok
3. Berwarna
4. Slogannya ringkas dan jitu
5. Tulisannya jelas
6. Motif dan desain bervariasi
Penjelasan mengenai karakteristik poster yang dapat berfungsi secara optimal sebagai berikut:
1. Poster harus dinamis dan menonjolkan kualitas. Poster itu harus sederhana tidak memerlukan pemikiran bagi pengamat secara terperinci, harus cukup kuat untuk menarik perhatian, bila tidak akan hilang kegunaannya .
2. Desain yang digunakan hendaknya sederhana. Disain sebuah poster hendaknya merupakan perpaduan antara kesederhanaan dan dinamika serta menggunakan warna yang mencolok dan kontras.
3. Pesan yang akan disampaikan harus jelas apabila hanya diliat dalam sekedipan mata, jadi poster sebaiknya menggunakan sedikit kata-kata dan kata-kata kunci ditonjolkan dengan menempatkan ukuran huruf yang besar.
4. Adanya keserasian antara gambar dan objek.
5. Ukuran poster harus dapat dilihat dengan jelas dari setiap sudut seisi ruang, jadi poster harus ditempatkan ditempat yang setrategis dan ukuran yang sesuai sehingga semua orang dapat melihatnya dengan leluasa.
6. Poster hendaknya dibuat secara imajinatif dan kreatif serta ditambah dengan pemusatan perhatian yang bagus.
C. Kegunaan Media Poster
Sri Anitah memberikan pendapat mengenai kegunaan poster secara umum, yaitu:
1. Sebagai penggerak perhatian, misalnya di bawah gambar tong sampah ditulis “jgalah kebersihan”.
2. Sebagai petunjuk, misalnya poster pariwsata dengan gambar candi borobudur disertai tulisan “Candi Borobudur 10 km”, maksudnya letak candi tersebut 10 km dari tempat poster dipasang.
3. Sebagai peringatan, misalnya “Awas meledak”.
4. Pengalaman kreatif, misalnya poster untuk pameran atau suatu pertunjukkan/pembelajaran seni.
5. Untuk kampanye.
Poster memiliki kekuatan dramatik yang begitu tinggi yang dapat memukau pengamatnya. Poster dapat menarik perhatian karena uraian yang memadai secara kejiwaan dan merangsang untuk dihayati. Dari apa yang diutarakan tentang poster, hendaknya guru menggunakan poster didalam kelas atas dasar beberapa pertimbangan sebagai berikut:
1. Untuk memotivasi
Penggunaan poster dalam pengajaran sebagai pendorong atau motivasi kegiatan siswa. Diskusi dapat dilakukan setelah diperlihatkan sebuah poster berkenaan dengan bahan pengajaran. Dipihak lain poster dapat merangsang anak untuk mempelajari lebih jauh dan ingin lebih tahu hakikat dari pesan yang disampaikan melalui poster tersebut.
2. Sebagai peringatan
Poster dapat menyadarkan siswa dalam hal hidup yang sehat, seperti: menggosok gigi itu penting, merokok dapat merusak paru-paru, memelihara lingkungan untuk menciptakan hidup sehat (3 M). dll. Pesan melalui poster yang tepat, akan membantu menyadarkan siswa, sehingga diharapkan akan dapat berubah perilakunya dalam praktek sehari-hari sehingga menjadi kebiasaan.
3. Pengalaman yang kreatif
Poster memberikan pengalaman baru sehingga menumbuhkan kreatifitas siswa dalam cara belajarnya. Dengan adanya poster siswa dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, karena siswa diberikan kesempatan untuk melukis tentang apa yang telah mereka pelajari.
D. Kelebihan dan Kelemahan Media Poster
Sebagai salah satu media pembelajaran, poster memilki kelebihan, di antaranya adalah
1. Dapat membantu guru dalam menyampaikan pelajaran dan membantu peserta didik belajar.
2. Menarik perhatian, dengan demikian mendorong peserta didik untuk lebih giat belajar.
3. Dapat dipasang atau ditempelkan di mana-mana, sehingga memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari dan mengingat kemabli apa yang telah dipelajari.
4. Dapat menyarankan perubahan tingkah laku kepada peserta didik yang melihatnya.
Adapun beberapa kelemahan poster adalah
1. Sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan orang yang melihatnya.
2. Karena tidak adanya penjelasan yang terinci, maka dapat menimbulkan interpretasi yang bermacam-macam dan mungkin merugikan.
3. Suatu poster akan banyak mengandung arti atau makna bagi kalangan tertentu, tetapi dapat juga tidak menarik bagi kalangan yang lainnya.
4. Bial poster terpasang lama di suatu tempat, maka akan berkurang nilainya, bahkan akan membosankan orang yang melihatnya.
E. Pembuatan Media Poster
Sementara itu, menurut Hujair AH. Sanaky proses pembuatan poster harus memperhatikan prinsip-prinsip tertentu agar dihasilkan poster yang baik, di antaranya adalah
1. Direkayasa sedemikian rupa sehingga poster tersebut seakan-akan bersuara “lihatlah aku”.
2. Gambar yang disajiakn harus memperlihatkan sego-segi artistic, sederhana dan memperhatikan komposisi warna yang pas.
3. Kalimat-kalimat yang digunakan harus diutarakan dalam bahasa yang sederhana, popular, familiar, dan akrab. Bentuk hurufnya pun harus sederhana dan tidak aneh-aneh.
4. Ukurannya disesuaikan dengan kondisi tempat dan isi pesan.
5. Poster juga harus mampumempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya.
6. Poster bisa dibuat di ats kertas, triplek, kain, batang kayu, seng dan bahan-bahan lain semacam itu.
7. Pemasangan dapat di kelas, di luar kelas, dan juga di majalah atau Koran.
8. Bentuknya harus sederhana dan tulisannya harus jelas.
Sebelum merencanakan poster, hal yang perlu dipikirkan adalah untuk siapa poster itu dibuat, dan dengan tujuan apa poster itu akan ditunjukkan kepada pembelajar. Sasaran ini harus jelas, untuk anak-anak, remaja, orang dewasa atau kelompok tertentu. Kesalahan sasaran akan menjadikan poster sia-sia karena tak akan ada komunikasi. Poster yang digunakan dalam ruangan atau kelas, lebih kecil bentuknya daripada poster yang akan digunakan di luar ruangan. Untuk digunakan di dalam kelas, kadang-kadang disertai keterangan lengkap.
F. Pengertian Kartun
Dalam kamus KBBI kartun secara bahasa diartikan gambar dengan penampilan yang lucu berkaitan dengan keadaan yang sedang berlaku (terutama mengenai politik).
Wikipedia mengartikan kartun sebagai garis yang dicoret secara sepontan yang menekankan pada hal-hal yang dianggap penting. Kartun adalah penggambaran dalam bentuk lukisan dan karikatur tentang orang, gagasan atau situasi yang didesain untuk mempengaruhi opini masyarakat. Kartun memeiliki peran sebagai alat bantu yang mempunyai manfaat penting dalam pengajaran, terutana dalam menjelaskan rangkaian isi bahan dalam suatu urutan logis atau mengandung makna.
Menurut Arif S. Sadiman kartun sebagai salah satu bentuk komunikasi grafis, adalah suatu gambar interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan sesuatu pesan secara cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang , situasi, atau kejadian-kejadian tertentu. Kemampuannya besar sekai untuk menarik perhatian, mempengaruhi sikap maupun tingkah laku. Kartun biasanya hanya menangkap esensi pesan yang harus disampaikan dan menuangkannya dalam gambar sederhana, tanpa detail dengan menggunakan simbol-simbol serta karakter yang mudah dikenal dan dimengerti dengan cepat. Kalau kartun mengena, pesan yang besar bisa disajikan secara ringkas dan kesannya akan tahan lama di ingatan.
Menurut Nana Sudjana kartun adalah penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan atau situasi yang didesain untuk mempengaruhi oini masyarakat. Tetapi terdapat sejumlah kartun yang berfungsi untuk membuat orang tersenyum seperti halnya kartun-kartun yang dimuat dalam surat kabar. Kartun sebagai alat bantu mempunyai fungsi dan manfaat penting dalam pengajaran, terutama dalam menjelaskan rangkaian isi bahan dalam suatu urutan logis atau mengandung makna.
G. Karakteristik Kartun
Kartun yang baik hanya mengandung satu gagasan saja. Ciri khas kartun yaitu memakai karikatur, sindiran yang dilebih-lebihkan, perlambang dan humor pilihan. Kekuatan kartun untuk mempengaruhi pendapat umum. Lebih jelasnya terdapat 5 karakteristik kartun yaitu :
1. Lebih kritis
2. Memiliki potensi menyimpan berjuta kata
3. Sangat mampu untuk mengungkap permasalahan kehidupan luas dan beraneka ragam
4. Kristalisasi dari berbagai hal yang sulit untuk di ungkap dalam bentuk lain
5. Visualisasi pesan yang tak terbaca, namun bisa mengurai cerita, berupa gambar dan tulisan, yaitu bentuk grafis informasi yang memikat
H. Kegunaan Media Kartun
Menurut Nana Sudjana dalam kegiatan pembelajaran kartun dapat digunakan sebagai berikut:
1. Untuk motivasi
Sesuai dengan wataknya kartun yang efektif akan menarik perhatian serta menumbuhkan minat belajar siswa. Ini menunjukkan bahan kartun bisa menjadi alat motivasi yang bergua di kelas. Beberapa kartun dengan topik yang sedang hangat, bilamana cocok dengan tujuan- tujuan pengajaran, merupakan pembuka diskusi yang efektif.
2. Sebagai ilustrasi
Kartun dapat digunakan sebagai ilustrasi dalam kegiatan pengajaran. Namun guru perlu selektif dalam memilih kartun untuk menjaga reaksi lelucon yang murni diantara siswa dan tidak kehilangan perhatian kepada bagian- bagian yang terinci yang tidak ada hubungannya dengan maksud pembuat kartun.
3. Untuk kegiatan siswa
Jenis lain dari kartun yag dipergunakan adalah kreasi kartun kartun yang dibuat siswa sendiri. Para siswa membuat kartun untuk menumbuhkan minat, misaldalam kampanye kebersihan, keselamatan mengemudi dan lain- lain. Dijumpai pula beberaaapa kartun yang bertemakan kampanye- kampanye tentang mengingtkan rasa kesedihan, ketangkasan olah raga, dan kampanye tentang kebiasaan makan diruangan. Maksud dari hasil karya siswa itu yang berisi jenis lelucon yang sesuai dengan tingkat kematangannya adalah menyuarakan perasaan para siwa. Kartun- kartun yang dibuat para siswa dapat dimanfaatkanjuga untuk keperluan pengajaran.
I. Kelebihan dan Kekurangan Media Kartun
Sebagaimana media poster, kartun sebagai slah satu media pembelajaran juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. Beberapa kelebihannya adalah
1. Penggunaan simbolisme yang singkat dan langsung mengena pada sasaran.
2. Mengemukakan suatu idea tau pesan, peristiwa secara estetis, menggembirakan, lucu, menyindir dan mengejek.
3. Mengemukakan idea tau pesan, peristiwa secara stereotype mudah dikenal umum.
4. Tidak memerlukan banyak penejlasan atau kata-kata.
Adapun kekurangan-kekurangan atau kelemahannya di antaranya adalah
1. Adanya stereotype ini justru dapat menyebabkan terjadinya salah mewakili dan salah pengertian.
2. Sering menyederhanakan idea tau peristiwa, sehingga dapat salah mewakili sesuatu
3. Apabila guru salah memanfaatkannya dan salah memberikan penjelasan, maka akan membingungkan peserta didik saja.
J. Memilih dan Menilai Media Kartun
Untuk tujuan pembelajaran seorang guru hendaknya mampu menilai dan memilih kartun yang baik dan berkualitas sehingga akan membantu terlaksananya proses belajar mengajar yang efektif dan efesien. Untuk tujuan ini, maka seorang guru dalam memilih dan menilai kartun yang akan digunakan untuk media pembelajaran hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Pemakaian sesuai dengan tingkat pengalaman
Pertimbangan pertama adalah arti kartun hendaklah dimengerti oleh para siswa pada saat kartun tersebut digunakan. Misalnya kartun mengenai bantuan luar negeri atau perang dingin, akan kecil artinya bagi murid kelas enam yang belum mempelajari judul- judul tersebut. Akan tetapi judul ini mungkin akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap siswa SMA.
2. Kesederhanaan
Memperkirakan arti kartun dapat dimengerti, berarti ada beberapa perwatakan fisik yang diinginkan dari kartun- kartun yang baik. Satu diantaranya adalahkesederhanaan. Secara umum dapat dikatakan bahwa kartun- kartun yang baik hanya berisi hal yang penting- penting saja. Kemampuan imajinasi dan daya cipta artistik pencipta kartun tampak dari keseluruhan pengaruh yang dapat dicapai melalui unsur- unsur fisik dan gagasanya. Perwatakan fisik lainnya adalah singkatnya keterangan.
Beberapa kartun bahkan tidak memerlukan keterangan sama sekali, karena lukisan itu sendiri telah menyampaikan gagasan tanpa bantuan kata- kata. Walaupun kartun sosial politik biasanya memerlukan keterangan namun harus jelas singkat langsung. Penjelasan yang panjang lebar tidak perlu jika kartun dibentuk serta dibuat dengan baik.
3. Lambangnya yang jelas
Ciri ketiga dari kartun yang efektif adalah kejelasan dari pengertian- pengertian simbolis. Lambang –lambang yang menggambarkan konsep- konsep yan lebih abstrak seperti hak- hak negara, kemanusiaan, dan kemerdekaan sulit disampaikan. Dalam al ini maka kemampuan si pencipta kartun diharapkan kepada tantangan yang berat. Sehubungan dengan itu para guru haruslah berhati- hati dalam memilih kartun- kartun dengan lambang- lambangnya dan tidak terlalu sukar dipahami oleh siswa.
K. Contoh Aplikasi Poster dan Kartun dalam Pembelajaran PAI
1. Poster
Untuk Aplikasi poster dalam pembelajaran, kita bisa contohkan pada kegiatan penutup siswa SMP kelas VIII dengan materi berbakti pada orang tua, adapun kegiatan pembelajarannya adalah sebagai berikut:
a. Seperti halnya yang tercantum pada RPP, guru mendahului dengan pembuatan standar kompetensi: siswa mampu memahami menghormati kedua orang tua.
b. Kompetensi dasar: siswa mampu mengetahui sikap-sikap hormat pada orang tua.
c. Indikator:
• Siswa mampu menghafal makna dari menghormati orang tua.
• Siswa mampu menyebutkan sikap-sikap hormat pada orangtua.
• Siswa mampu menyimpulkan makna berbakti kepada orang tua dan bisa di aplikasikan pada kehidupan nyata.
d. Seperti biasa guru melakukan kegiatan awal seperti salam, doa, melakukan appersepsi dan pretest
e. Kemudian kegiatan inti, guru menjelaskan materi inti tentang berbakti kepada orang tua, dan melakukan kegiatan inti yang lain.
f. Kegiatan penutup, guru melakukan post test, guru dan siswa menyimpulkan materi, selanjutnya sebelum menutup pelajaran guru menunjukkan poster sebagai berikut:
2. Kartun
Untuk Aplikasi kartun dalam pembelajaran, bisa di tempatkan pada bagian inti. Kita bisa contohkan aplikasi kartun pada kegiatan inti siswa SMP kelas VII dengan materi makanan haram , adapun kegiatan pembelajarannya adalah sebagai berikut:
a. Seperti halnya yang tercantum pada RPP, guru mendahului dengan pembuatan standar kompetensi tentang makanan haram: siswa mampu memahami contoh-contoh makanan haram.
b. Kompetensi dasar: siswa mampu mengetahui contoh-contoh makanan haram.
c. Indikator:
• Siswa mampu menyebutkan contoh-contoh makanan haram
• Siswa mampu menyebutkan alasan hewan yang di haramkan.
d. Setelah itu seperti biasa guru melakukan kegiatan awal seperti salam, doa, melakukan appersepsi dan pretest
e. Kemudian guru menjelaskan materi inti tentang makanan haram, dengan bantuan media kartun seperti di bawah ini:
f. Kemudian guru meminta siswa untuk meringkas dan mendengarkan penjelasan dari guru.
g. Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi dan seterusnya sampai kegiatan penutup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar