PEMBELAJARAN 4C
Keterampilan
abad ke-21 atau diistilahkan dengan 4C (Communication, Collaboration, Critical
Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation) merupakan
kemampuan sesungguhnya ingin dituju dengan Kurikulum 2013.
Berikut penjelasan 4C.
Berikut penjelasan 4C.
1. Communication
(komunikasi)
Komunikasi
adalah sebuah kegiatan mentransfer sebuah informasi baik secara lisan maupun
tulisan. Namun, tidak semua orang mampu melakukan komunikasi dengan baik. Terkadang
ada orang yang mampu menyampaikan semua informasi secara lisan tetapi tidak
secara tulisan ataupun sebaliknya.
Manusia merupakan mahluk sosial yang selalu
berinteraksi dengan sesamanya. Oleh karena itu, komunikasi merupakan salah satu
hal yang terpenting dalam peradaban manusia. Tujuan utama komunikasi adalah
mengirimkan pesan melalui media yang dipilih agar dapat dimengerti oleh
penerima pesan. Komunikasi efektif tejadi apabila sesuatu (pesan) yang
diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan,
sehingga tidak terjadi salah persepsi.
supaya komunikasi antar manusia terjalin secara
efektif dibutuhkan teknik berkomunikasi yang tepat. Teknik komunikasi
adalah suatu cara yang digunakan dalam menyampaikan informasi dari komunikator
ke komunikan dengan media tertentu. Dengan adanya teknik ini diharapkan setiap
orang dapat secara efektif melakukan komunikasi satu sama lain dan secara tepat
menggunakannya. Indikator komunikasi dalam pembelajaran adalah:
ü Memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang ekfektif dalam berbagai bentuk dan isi
secara lisan, tulisan, dan multimedia (ICT Literacy).
ü Menggunakan kemampuan untuk mengutarakan ide-‐ide, baik itu pada saat
berdiskusi, di dalam dan di luar kelas, maupun tertuang pada tulisan.
ü Menggunakan bahasa lisan yang sesuai konten dan konteks pembicaraan dengan
lawan bicara atau yang diajak berkomunikasi.
ü Selain itu dalam komunikasi lisan diperlukan juga sikap untuk dapat
mendengarkan, dan menghargai pendapat orang lain, selain pengetahuan terkait
konten dan konteks pembicaraan.
ü Menggunakan alur pikir yang logis, terstruktur sesuai dengan kaidah yang
berlaku.
ü Dalam Abad 21 komunikasi tidak terbatas hanya pada satu bahasa, tetapi
kemungkinan multi-‐bahasa.
2.
Collaborative (kolaborasi)
Adalah
kemampuan berkolaborasi atau bekerja sama, saling bersinergi, beradaptasi
dalam berbagai peran dan tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan yang
lain; menempatkan empati pada tempatnya; menghormati perspektif berbeda.
Kolaborasi juga memiliki arti mampu menjalankan tanggung jawab pribadi dan
fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan masyarakat;
menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan
orang lain; memaklumi kerancuan. Indikator kolaborasi dalam pembelajaran
adalah:
ü Memiliki kemampuan dalam kerjasama berkelompok
ü Beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara
produktif dengan yang lain.
ü Memiliki empati dan menghormati perspektif berbeda.
ü Mampu berkompromi dengan anggota yang lain dalam kelompok demi tercapainya
tujuan yang telah ditetapkan.
3. Critical thinking and Problem Solving (berpikir
kritis dan pemecahan masalah).
Adalah kemampuan untuk memahami sebuah masalah yang
rumit, mengkoneksikan informasi satu dengan informasi lain, sehingga akhirnya
muncul berbagai perspektif, dan menemukan solusi dari suatu permasalahan. Critical thinking dimaknai juga
kemampuan menalar, memahami dan membuat pilihan yang rumit; memahami
interkoneksi antara sistem, menyusun, mengungkapkan, menganalisis, dan
menyelesaikan masalah. Indikator berpikir kritis dalam pembelajaran adalah:
ü Menggunakan berbagai tipe pemikiran/penalaran atau alasan, baik induktif
maupun deduktif dengan tepat dan sesuai situasi.
ü Memahami interkoneksi antara satu konsep dengan konsep yang lain dalam
suatu mata pelajaran, dan keterkaitan antar konsep antara suatu mata pelajaran
dengan mata pelajaran lainnya.
ü Melakukan penilaian dan menentukan keputusan secara efektif dalam mengolah
data dan menggunakan argumen.
ü Menguji hasil dan membangun koneksi antara informasi dan argumen.
ü Mengolah dan menginterpretasi informasi yang diperoleh melalui simpulan
awal dan mengujinya lewat analisis terbaik.
ü Membuat solusi dari berbagai bermasalahan non-‐rutin, baik dengan cara
yang umum, maupun dengan caranya sendiri.
ü Menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan
permasalahan
ü Menyusun dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan suatu masalah.
4. Creativity and
Innovation
(Kreativitas dan inovasi)
Adalah kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan,
dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain; bersikap terbuka dan
responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.
Kreativitas juga didefinisikan sebagai kemampuan
seseorang dalam menciptakan penggabungan baru. Kreativitas akan sangat
tergantung kepada pemikiran kreatif seseorang, yakni proses akal budi seseorang
dalam menciptakan gagasan baru. Kreativitas yang bisa menghasilkan
penemuan-penemuan baru (dan biasanya bernilai secara ekonomis) sering disebut
sebagai inovasi.
ü Memiliki kemampuan dalam mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan
gagasan-‐gagasan baru secara lisan atau tulisan.
ü Bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.
ü Mampu mengemukakan ide-‐ide kreatif secara konseptual dan praktikal.
ü Menggunakan konsep-‐konsep atau pengetahuan dalam situasi baru dan berbeda,
baik dalam mata pelajaran terkait, antar mata pelajaran, maupun dalam persoalan
kontekstual.
ü Menggunakan kegagalan sebagai wahana pembelajaran.
ü Memiliki kemampuan dalam menciptakan kebaharuan berdasarkan
pengetahuan awal yang dimiliki.
ü Mampu beradaptasi dalam situasi baru dan memberikan kontribusi
positif terhadap lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar