Minggu, 16 Desember 2018

PEMBELAJARAN 4C



PEMBELAJARAN 4C
Keterampilan abad ke-21 atau diistilahkan dengan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation) merupakan kemampuan sesungguhnya ingin dituju dengan Kurikulum 2013.
Berikut penjelasan 4C.
1.        Communication (komunikasi)
Komunikasi adalah sebuah kegiatan mentransfer sebuah informasi baik secara lisan maupun tulisan. Namun, tidak semua orang mampu melakukan komunikasi dengan baik. Terkadang ada orang yang mampu menyampaikan semua informasi secara lisan tetapi tidak secara tulisan ataupun sebaliknya.
Manusia merupakan mahluk sosial yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Oleh karena itu, komunikasi merupakan salah satu hal yang terpenting dalam peradaban manusia. Tujuan utama komunikasi adalah mengirimkan pesan melalui media yang dipilih agar dapat dimengerti oleh penerima pesan. Komunikasi efektif tejadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan, sehingga tidak terjadi salah persepsi.
supaya komunikasi antar manusia terjalin secara efektif dibutuhkan teknik berkomunikasi yang tepat.  Teknik komunikasi adalah suatu cara yang digunakan dalam menyampaikan informasi dari komunikator ke komunikan dengan media tertentu. Dengan adanya teknik ini diharapkan setiap orang dapat secara efektif melakukan komunikasi satu sama lain dan secara tepat menggunakannya. Indikator komunikasi dalam pembelajaran adalah:
ü  Memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi  yang ekfektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia (ICT Literacy).
ü  Menggunakan kemampuan untuk mengutarakan ide-­‐ide, baik itu pada saat berdiskusi, di dalam dan di luar kelas, maupun tertuang pada tulisan.
ü  Menggunakan bahasa lisan yang sesuai konten dan konteks pembicaraan dengan lawan bicara atau yang diajak berkomunikasi.
ü  Selain itu dalam komunikasi lisan diperlukan juga sikap untuk dapat mendengarkan, dan menghargai pendapat orang lain, selain pengetahuan terkait konten dan konteks pembicaraan.
ü  Menggunakan alur pikir yang logis, terstruktur sesuai dengan kaidah yang berlaku.
ü  Dalam Abad 21 komunikasi tidak terbatas hanya pada satu bahasa, tetapi kemungkinan multi-­‐bahasa.
2.  Collaborative (kolaborasi)
Adalah kemampuan berkolaborasi atau bekerja sama, saling bersinergi, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan yang lain; menempatkan empati pada tempatnya; menghormati perspektif berbeda. Kolaborasi juga memiliki arti mampu menjalankan tanggung jawab pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan masyarakat; menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain; memaklumi kerancuan. Indikator kolaborasi dalam pembelajaran adalah:
ü  Memiliki kemampuan dalam kerjasama berkelompok
ü  Beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara produktif dengan yang lain.
ü  Memiliki empati dan menghormati perspektif berbeda.
ü  Mampu berkompromi dengan anggota yang lain dalam kelompok demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
3. Critical thinking and Problem Solving (berpikir kritis dan pemecahan masalah).
Adalah kemampuan untuk memahami sebuah masalah yang rumit, mengkoneksikan informasi satu dengan informasi lain, sehingga akhirnya muncul berbagai perspektif, dan menemukan solusi dari suatu permasalahan. Critical thinking dimaknai juga kemampuan menalar, memahami dan membuat pilihan yang rumit; memahami interkoneksi antara sistem, menyusun, mengungkapkan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah. Indikator berpikir kritis dalam pembelajaran adalah:
ü  Menggunakan berbagai tipe pemikiran/penalaran atau alasan, baik induktif maupun deduktif dengan tepat dan sesuai situasi.
ü  Memahami interkoneksi antara satu konsep dengan konsep yang lain dalam suatu mata pelajaran, dan keterkaitan antar konsep antara suatu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.
ü  Melakukan penilaian dan menentukan keputusan secara efektif dalam mengolah data dan menggunakan argumen.
ü  Menguji hasil dan membangun koneksi antara informasi dan argumen.
ü  Mengolah dan menginterpretasi informasi yang diperoleh melalui simpulan awal dan mengujinya lewat analisis terbaik.
ü  Membuat solusi dari berbagai bermasalahan non-­‐rutin, baik dengan cara yang umum, maupun dengan caranya sendiri.
ü  Menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan
ü  Menyusun dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan suatu masalah.
4.   Creativity and Innovation (Kreativitas dan inovasi)
Adalah kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain; bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.
Kreativitas juga didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam menciptakan penggabungan baru. Kreativitas akan sangat tergantung kepada pemikiran kreatif seseorang, yakni proses akal budi seseorang dalam menciptakan gagasan baru. Kreativitas yang bisa menghasilkan penemuan-penemuan baru (dan biasanya bernilai secara ekonomis) sering disebut sebagai inovasi.
ü  Memiliki kemampuan dalam mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-­‐gagasan baru secara lisan atau tulisan.
ü  Bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.
ü  Mampu mengemukakan ide-­‐ide kreatif secara konseptual dan praktikal.
ü  Menggunakan konsep-­‐konsep atau pengetahuan dalam situasi baru dan berbeda, baik dalam mata pelajaran terkait, antar mata pelajaran, maupun dalam persoalan kontekstual.
ü  Menggunakan kegagalan sebagai wahana pembelajaran.
ü  Memiliki kemampuan dalam menciptakan kebaharuan berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki.
ü  Mampu beradaptasi dalam situasi baru dan memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar